Materi Kultum Ramadhan Menjadikan Anak Permata Hati (Qurrata’ayun)

Ramadhan adalah bulan ampunan. Bulan penuh berkah yang ditunggu-tunggu oleh setiap umat muslim yang memiliki iman di dalam hatinya. Karena di dalam bulan Ramadhan terdapat banyak sekali keistimewaan yang tidak dimiliki oleh bulan yang lain. Dan yang paling diharapkan adalah turunnya ampuni dengan dihapusnya dosa serta berlipatnya pahala dengan amal yang dilakukan.

Selain itu juga banyak sekali keistimewaan yang hanya ada dibuka Ramadhan, yaitu nikmatnya berbuka saat setelah lebih dari 10 jam berpuasa menahan lapar dan dahaga. Dan setelah waktu berbuka tiba maka akan terasa nikmat sekali saat menyantap hidangan yang sudah disiapkan untuk berbuka. Apalagi jika berbuka puasa dengan orang yang dicinta, wah makin bahagia pasti rasanya.

Oleh karena banyaknya keistimewaan bulan Ramadhan, ada baiknya dipersiapkan sejak jauh jauh hari. Mulai dari hal yang kecil sampai yang kompleks. Misalnya tentang materi kultum ramadhan. Iya benar sekali, materi kultum Ramadhan memang harus dipersiapkan sejak sekarang. Sebab ini juga menjadi poin penting kalau akan menjadi penceramah setelah sholat subuh usai.

Biasanya kultum dilakukan setelah sholat subuh selesai. Namanya kultum kan kuliah tujuh menit, pasti ceramah yang dilakukan tak terlalu panjangnya dan tak terlalu singkat, sedang saja. Oleh karena itu biasanya dilakukan setelah sholat subuh jama'ah lalu setelahnya semuanya akan berdzikir bersama ataupun dzikir sendiri-sendiri.

Bagi Anda yang sedang mencari materi kultum Ramadhan, berikut saya sediakan contoh materi kultum Ramadhan yang bisa anda gunakan untuk dijadikan referensi. Boleh digunakan seluruhnya atau diambil beberapa poin saja. Namun yang pasti semoga bisa membantu Anda yang membutuhkan.



Materi Kultum Ceramah Singkat Untuk Ramadhan

Tahun 2020


Judul : Menjadikan Anak Permata Hati (Qurrata’ayun)


    Salah satu perhiasan hidup yang didambakan oleh setiap keluarga adalah hadirnya seorang anak. Kebahagiaan keluarga akan terasa lebih sempurna namakala hair anak-anak yang manis yang dapat menyejukkan hati dan meneduhkan pandangan, dalm bahasa agama disebut Qurrata’ayun. Sebaliknya, jika suatu keluarga tidak dikaruniai seorang anak maka kehidupan ini akan terasa hampa.

Untuk mewujudkan  anak Qurratun’ayun dalam kehidupan berkeluarga di era global seperti sekarang ini sangatlan berat. Hal ini disebabkan karena adanya kemajuan teknologi informatika dengan berbagai macam bentuk dan modelnya bisa  masuk  dalam rumah tangga kita tanpa terseleksi terlebih dahulu.

Apabila kita tidak waspada, maka hal-hal tersebut akan menjerumuskan anak-anak kita ke jurang kenistaan. Oleh karena itu kita sebagai orang tua haruslah dapat membimbing dan mendidik anak-anak kita dengan bekal pendidikan agama yang memadai agar ada keseimbangan  antara ilmu pengetahuan dan ilmu agama bagi ank-anak kita.

Anak sebagai penerus generasi kita, mempunyai beberapa kedudukan sebagaimana diterangkan dalam Al-Quran maupun Hadits Nabi, diantaranya:

Pertama : Anak merupakan amanah atau karunia, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk merawat, mendidik, dan membesarkan dengan sebaik-baiknya agar menjadi anak yang sholeh atau sholekhah. Kelak jika telah tiada anak-anak yang sholeh dan sholekhah inilah yang akan menolong kita dengan doa: “Robbighfirli waliwalidaya warkhamhuma kama robayani shoghiro.” Sebagaimana hadits Rosulullah Nabi Muhammmad SAW yang artinya: Bila mati anak Adam, putuslah segala amalnya kecuali 3 perkara, yaitu : shodaqoh jahiriyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakannya (HR Buchori, Tirmidzi, dan Abu Dawud).

Dengan dasar hadits tersebut di atas, kita sebagai orang tua jangan pernah ragu untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak kita. Meskipun hal itu terasa sangat berat bagi kita, anak adalah asset masa depan yang abadi walaupun kita tidak lagi hidup di dunia.

Kedua: Anak merupakan perhiasan dunia, artinya bahwa kehadiran anak-anak kita di tengah keluarga akan melengkapi kebahagiaan yang kita rasakan. Bersama-sama dengan harta, anak-anak termasuk perhiasan yang mempesona bagi kita sebagai orang tua. Sebagaiman firman Allah dalam surat Al-Kahfi ayat 46 yang artinya; “Harta dan anak adalah perhiasan kahidupan di dunia.”

Ketiga : Anak merupakan ujian atau cobaan. Sebagai perhiasan keberadaan seorang anak harus membuat kita lebih berhati-hati dalam mengelolanya, sebab bersamaan rasa senang dan bahagia yang ditimbulkan dari kehadiran anak maka akan ada juga ujian dari Allah. Misalnya, tatkala kita memperoleh musibah yang menimpa anak atau harta kita, tergolong sabarkah kita menghadapinya? Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Anfal ayat 28 yang artinya: Dan ketahuilah, bahwa harta, anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan.Dan sesungguhnya, disisi Allah lah pahala yang besar.
          
Berkaitan dengan keberadaan anak diatas,sebagai amanah,perhiasan ,dan cobaan,maka kita sebagai orang tua harus pandai-pandai untuk merawat dan mendidiknya secara benar, berdasar ukuran yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW melalui Al-Quran dan sunnahnya sehingga anak kita dapat tumbuh dan berkembang menjadi anak sholeh atau sholekhah sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW “Tiap- tiap anak dilahirkan menurut fitrah.

Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi , Nasrani,atau Majusi (HR. Bukhari). Secara praktis yang dapat kita lakukan untuk menyiapkan anak kita agar menjadi generasi yang menyejukkan hati (Qurrata’ayun), maka yang harus kita lakukan adalah :
Pertama, berdoa agar mendapat barokhah:

Robbana hablana min aswajina wadduriyatina qurrata’ayun waja’alna lilmuttaqinna imammah”.

Keempat, memberi nama yang bagus saat lahirnya, dan lakukan aqiqoh pada hari ketujuh dan mencukur rambutnya sebagaimana sabda Nabi yang artinya: “ Kamu akan dipanggil kelak di hari kiamat, nama-namamu dan nama-nama orang tuamu. Maka baguskanlah nama-namamu (HR. Abu Dawud).

Kelima, kita tanamkan idiologi akidah yang benar jangan sampai anak kita menjadi syirik baik dalam ucapan, pikiran, maupun perbuatan (QS. Luqman)
Keempat, birul walidain, mengajarkan tata karma dan akhlak atau sopan santun terhadap kedua orang tuanya (QS. Luqman 14).

Keenam, mengajarkan sholat, menyuruh yang ma’ruf dan mencegah kemungkaran, serta bersabar dalam menghadapi segala cobaan hidup. (QS. Luqman 17)
Keenam, menanamkan sikap tawadu’ atau rendah hati, tidak sombong,lembut tutur katanya baik kepada Allah maupun dengan sesama manusia. (QS. Luqman 18-19).

Demikianlah kultum yang dapat kami sampaikan mudah-mudahan ada manfaatnya dan mohon maaf atas segala kesalahan teriring do’a semoga kita dapat mendidik dan mengarahkan anak-anak kitaagar menjadi Qurrata’ayun atau Penyejuk Hati. Hasbunallah.

Diatas adalah salah satu contoh materi kultum Ramadan yang bisa anda gunakan untuk mungkin nanti dijadikan referensi atau digunakan dengan mengambil beberapa point intisari yang ada dalam materi kultum di atas. Panjang atau pendeknya tergantung Bagaimana anda mengkreasikan materi yang sudah anda Siapkan dengan materi lain yang mungkin Anda ambil untuk dijadikan referensi. Terima kasih, semoga bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel