Pengalaman Mengikuti CPNS Tahun 2018

Pengalaman Mengikuti CPNS Tahun 2018


Ini adalah tes pertamaku untuk mengikuti CPNS, saya adalah guru non kependidikan yang sudah mempunyai serdik sebagai pendidik. Usia sudah memasuki 32 tahun, sebagai awal adalah dilema menentukan formasi apakah mau mendaftar di kementrian atau lanjut sebagai tenaga pendidik, mengingat saya sudah mempunyai serdik dan sayang untuk diabaikan begitu saja apalagi jika mengingat susahnya mendapatkan serdik tersebut.

Setelah berdiksusi akhirnya saya putuskan untuk tetap mendaftar sebagai tenaga pendidik di kota Depok, karena pengalaman pertama jadi kota lah yang dijadikan tujuan awal memilih formasi bukan kualifikasi pendidikan, tapi saya juga mencari apakah jurusan saya di kota lain ada yang mengakomodir sebagai tenaga pendidik.

Di kota lain memang ada jurusan saya tetapi tidak di kota yang saya tuju, karena saya berpikir "mungkin sama" akhirnya saya putuskan tetap mendaftar di kota dan formasi tersebut.

Kewaspadaan muncul saat pengumuman tes administrasi mengingat teman" dari non kependidikan gagal di administrasi, lalu muncul pertanyaan dalam diri kenapa saya yang non kependidikan diluluskan tes admin? Apakah karena saya sudah punya serdik?

Tetap meneruskan dengan positif thinking saya lanjutkan tes demi tes dengan lulus peringkat pertama dengan nilai tertinggi di formasi saya meskipun dengan status P2/L dan lanjut tes SKB yang nilainya tanpa serdikpun saya masih di peringkat pertama.

Hitungan saya 90% diatas kertas saya lolos sisanya 10% saya masih waspada mengingat status saya yang non kependidikan. Kemudian tibalah saat pengumuman hasil integrasi lalu nama saya muncul di daftar perserta TMS karena tidak sesuai di kualifikasi pendidikan sesuai dengan rasa was-was saya yang 10% prediksi saya tersebut.

Saya mencoba untuk mencari informasi kenapa saya TMS mengingat serdik diakui linier tapi tidak untuk kualifikasinya, dan lolos administrasi tapi berakhir dengan TMS, saya coba bertanya melalui email kepada bkdsdm kota tersebut dan dengan ramah dibalas yang menurut saya penjelasan memuaskan untuk mengobati kekecewaan saya.

Dari kisah tersebut biarlah saya ambil hikmah dari pengalaman mengikuti CPNS ini bahwa:

1. Agar lebih teliti dan cermat lagi memilih formasi sesuai dengan kualifikasinya.

2. Saya percaya dengan kejadian ini, bahwa rejeki memang sudah ketetapanNya, terbukti selisih nilai 30 point setelah integrasi akan tetapi beliaulah yang lulus (rangking 2).

3. Instansilah yang dari awal meminta pengajuan kualifikasi pendidikan kepada kemenpan-rb sehingga memang ada perbedaan tiap kota mengenai kebutuhan formasi, misal jurusan saya di kota A lolos masuk kualifikasi tapi di kota saya tidak lolos.

Dari kejadian tersebut semoga kota yang saya daftar kedepannya memasukan kualifikasi pendidikan saya sehingga saya bisa meneruskan untuk memberikan sumbangsih dilingkungan kota tersebut (sudah saya sampaikan melalui email untuk jadi pertimbangan di penerimaan CPNS tahun berikutnya)

4. Tetap semangat karena hidup penuh dinamika

Itulah pengalaman saya, semoga bisa menjadi pelajaran buat saya kedepannya dan buat sahabat yang menyempatkan membaca. Terimakasih.

Ditulis Oleh : Satria Permana

Hai, Mau berbagi cerita pengalamanmu untuk diterbitkan di blog Kampusajaib.com dan menginspirasi ribuan orang? Caranya mudah sekali "Klik Disini"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel