Cara Menjadi Menarik dan Punya Teman Yang Baik

Cara Menjadi Menarik dan Punya Teman Yang Baik - Artikel kali ini, berisi tips untuk tampil menarik di hadapan umum dan punya banyak teman yang baik. Menarik bukan hanya soal fisik, tapi soal kepribadian menyenangkan, sikap dan tindakan kita, semuanya adalah bagian menarik dalam diri manusia.

Karena biasanya banyak yang cantik fisiknya, malah perangainya bertolakbelakang. Ada juga yang fisiknya tak terlalu cantik namun perilakunya layaknya permata yang ada diantara tumpukan jerami, tak banyak mengetahui kebaikan yang ia milikki.

Berkumpul dengan teman-teman yang baik


Sampai detik ini masih banyak yang menyangka bahwa pergaulan tidak berpengaruh apa-apa pada pribadi seseorang. Padahal kenyataannya tidak demikian. Orang yang tadinya baik-baik bisa saja berubah kepribadiannya jika berada di lingkungan baru yang tidak baik, berteman dengan orang yang tidak baik, melakukan rutinitas yang tidak baik.

Contoh nyata saya mengamati sendiri bagaimana kepribadian teman-teman sekarang dibanding dua tiga tahun yang lalu. Maka bijaklah memilih teman , jangan sampai hidup menjadi berantakan karena pengaruh teman . Tidak perlu menjadi seperti yang mereka inginkan hanya untuk diterima di kalangan mereka.

Karena biasanya lingkungan pertemanan akan mempengaruhi kepribadian seseorang di kemudian hari. Ya walaupun kita bisa meminimalisir dengan tidak mengikuti kepribadiannya namun pasti lama kelamaan bisa saja berubah.

Lingkungan sangat berpengaruh pada kepribadian seseorang. Jika kita berada dalam lingkungan yang baik, maka kita akan ikut baik. Sebaliknya jika berada dalam lingkungan yang buruk, kita pun akan terpengaruh keburukannya. Pertemanan dan pergaulan semacam ini mesti dijauhi apalagi jika kita tak bisa memberikan pengaruh.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Rasulullah pun mengarahkan kita agar memiliki lingkungan yang baik dalam bergaul. Seperti sabda beliau berikut :

Dari Abu Musa, Rasulullah bersabda :
“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang saleh dan orang yang buruk perangainya adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari no. 2101 & Muslim no. 2628).
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Oleh karena itu, teman-teman sekalian, perhatikanlah siapa teman karib kalian. Pilihlah teman-teman yang baik dan jauhi teman-teman yang buruk perangainya. Sebab iman seseorang bisa dilihat dari dengan siapa saja ia berteman dan apa kebiasaan yang sering ia lakukan saat sedang luang waktu.

Jadi rumusnya bila ingin memiliki teman yang baik terlebih dahulu harus merubah diri sendiri menjadi baik. Mustahil akan ada orang yang berteman kecuali sifat dan akhlaqnya memiliki kesamaan dan kemiripan. Dan sebaik-baik teman adalah yang baik akhlaqnya.

Berikut 4 cara menjadi menarik dan memiliki teman yang baik


1. Maaf, Terimakasih dan Permisi

Tiga kata ini simpel. Tapi hanya segelintir orang yang mampu mengucapkannya. Apalagi jaman sekarang, norma-norma kesopanan perlahan memudar di kalangan milenial. Ucapkan maaf ketika membuat kesalahan, apapun kesalahannya.

Meskipun simpel, kadang ego memaksa kita untuk tidak mengucapkannya. Merasa benar, merasa lebih tinggi kedudukan, merasa tinggi strata sosial dan merasa tinggi pendidikan.Orang hebat adalah orang yang berani berkata maaf dan memaafkan kesalahan orang lain.

Terimakasih juga demikian, sulit di lidah. Merasa gengsi dan menganggap hal ini tidak perlu. Padahal terimakasih digunakan untuk mengapresiasi hasil kerja keras orang lain, dan belajar menghargai orang lain. Kita ingin dihargai, hargai dulu orang lain. Kita tidak akan kehilangan sepeserpun uang dan harga diri, karena mengucapkan terimakasih.

Permisi digunakan untuk meminta ijin jika melakukan sesuatu. Budaya permisi dalam bahasa saya disebut 'nuwun sewu'. Ketika melintas di hadapan sekumpulan orang, ucapkan permisi menggunakan bahasa verbal atau nonverbal ( luruskan jari-jari tangan).

2. Mendengarkan Saran dan Kritik Secukupnya

Manusia dilahirkan dengan sifat sosial alami. Seseorang membutuhkan orang lain untuk menjalani kehidupan, termasuk menilai diri sendiri. Orang lain adalah cermin yang paling bagus, untuk menilai kelebihan dan kelemahan kita.

Di sisi lain, seseorang tidak boleh mengambil saran dan kritik terlalu banyak. Akibatnya kepercayaan diri, bisa saja berkurang atau bahkan hilang. Ambil saran secukupnya, karena bagaimanapun kalian berusaha melakukan semua saran, tetap saja tidak akan memuaskan semua orang.

Ambil kritik secukupnya, karena bagaimanapun kalian berusaha tanpa cela, pasti ada satu dan lain hal yang membuat kalian tidak sempurna. Tidak ada manusia yang sempurna, itu poin pentingnya yang wajib dicatat.

3. Hadapi Masalah

Masalah adalah hal yang selalu dihindari manusia tapi ironisnya, masalah senantiasa muncul. Menyelesaikan masalah adalah mencari solusi fiinal yang tentunya, tidak melahirkan masalah baru. Jika ada solusi tapi memiliki konsekuensi/pertanggungjawaban setelahnya, ini bukan menyelesaikan, malah membuat masalah baru.

Menghindar dari masalah adalah tindakan yang melahirkan masalah baru, biasa disebut efek do*ino. Misalnya, kamu bolos sekolah karena takut dihukum, besoknya tidak pergi ke sekolah. Akibat bolos dan menghindari hukuman, Kepala Sekolah mengirimkan SP.

Masalah hakikatnya mendewasakan manusia. Masalah juga melahirkan pengalaman. Sesuatu yang kita gunakan untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama terjadi di masa depan. Jadi, jangan takut menghadapi masalah.

Semua orang pernah bermasalah, tapi berhak mendapat kesempatan kedua ketiga, keempat untuk memperbaikinya.
Jika salah, perbaiki. Salah lagi perbaiki lagi. Salah lagi perbaiki lagi, mohon ampun lagi. Bertaubat, taubatan nasuha.

4. Demi Waktu/Masa

Pergunakan masa mudamu, sebelum datang masa tuamu.
Pergunakan masa kayamu, sebelum datang masa sulitmu.
Pergunaki masa luangmu, sebelum datang masa sibukmu.
Pergunakan masa sehatmu, sebelum datang masa sakitmu.
Pergunakan masa jomblomu, sebelum datang masa nikahmu.
Terakhir, pergunakan masa hidupmu sebelum datang akhir hayatmu.

Intinya, waktu/masa adalah hal yang paling berharga. Tidak bisa diputar balik dan tidak dimajukan sedikitpun. Hari ini adalah cerminan hari esok. Dan hari esok adalah gambaran lain hari lusa. Jadi, pergunakan untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat, gaes. Yang single, ayoklah ... belajar dan bekerja. Yang sudah punya calon, kapan nikah.

Evaluasi hal-hal apa saja yang kalian lalui selama hidup di dunia. Tetap semangat menghadapi masalah dan bijak bestari dalam mengambil langkah. Kalian adalah penerus generasi yang akan datang. Jangan sia-siakan hidup, atau hidup akan menyia-nyiakanmu.

5. Muhasabah & Memperbaiki Diri

Tak ada seseorang yang hebat dan baik di muka bumi ini. Sehebat dan sebaik apapun toh dia manusia masih ada salah dan kurangnya. Berbekal salah dan kurang tersebutlah baiknya menjadi alasan untuk melangkah ke arah kebaikan.

Menyadari setiap laku dan perbuatan yang pernah diri ini kerjakan, apakah semuanya sudah sesuai dengan tuntunan syariat, ataukah yang dilakukan hanya menuruti hati saja. Sungguh kita perlu untuk bermuhasabah.

Muhasabah atau introspeksi diri itu penting, bahkan manusia paling bijak mulutnya pun belum tentu bijak perbuatannya. Karena mereka biasanya hanya mampu mengatakan tanpa ada pembuktian dalam setiap aktivitas yang ada di kehidupan.

Demikianlah pembahasan tentang cara tampil menarik di hadapan umum dan punya banyak teman yang baik. Semoga apa yang kami tulis dapat menginspirasi kamu semuanya. Jika ada hal yang perlu di diskusikan silakan sampaikan ke kolom komentar atau bisa melalui halaman contact di bawah.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel