Budidaya Pohon Kurma : Sifat, Keunggulan dan Daya Tarik

Budidaya Pohon Kurma : Sifat, Keunggulan dan Daya Tarik - Kurma adalah buah yang identik untuk berbuka puasa. Kurma biasanya menjadi menu pertama kali yang disantap saat telah tiba waktu maghrib untuk membatalkan puasa yang telah dilakukan selama sehari penuh. Dengan rasanya yang manis dan enak serta tekstur dagingnya yang lembut membuatnya cocok menjadi hidangan pembuka.

cara menanam kurma dan budidaya sendiri di rumah
Pohon Kurma

Selain disebutkan dalam banyak hadis, kurma disebut di 21 kali di dalam Al-Qur’an. Buah inilah yang paling banyak disebut dalam Al-Qur’an. Inspirasi dari Al-Qur’an inilah yang mendorong dimulainya penanaman kurma di banyak tempat di seluruh dunia termasuk di Indonesia.

Keberadaan 200 juta umat yang puasa Ramadhan sunah berbuka dengan kurma adalah pasar yang cukup besar. Sebagai makanan yang disunnahkan (dapat pahala bila dilakukan), maka sangat ironis apabila kita sendiri justru tidak berusaha untuk membudidayakan kurma.

Peneliti pangan menyebut kurma adalah makanan yang hampir ideal yang menyediakan nutrisi esensial secara lengkap dengan manfaat kesehatan. Bahkan berpotensi sebagai makanan terbaik di masa depan. Kurma adalah tanaman pangan terbaik yang mempunyai kelebihan.

Kelebihannya sendiri terdapat dalam banyak aspek yang bukan hanya dari segi nutrisi saja. Kurma bisa menjadi sumber ketahanan pangan Indonesia sekaligus dapat sebagai wahana peningkat kesejahteraan.

Maka sudah selayaknyalah kita menanam pohon kurma sendiri di rumah. Karena sudah banyak daerah di Indonesia yang terbukti secara nyata bisa ditanami pohon kurma dan mampu berbuah bahkan rasa buahnya tak kalah dari kurma impor Timur Tengah.

Berikut ini adalah keunggulan, sifat serta daya tahhan tumbuh dari pohon kurma yang bisa Anda pertimbangkan dan pelajari jika nanti memiliki modal usaha untuk budidaya pohon kurma sendiri di lahan dekat rumah ataupun budidaya secara besar-besaran.

Sifat dan Keunggulan Pohon Kurma


Handal dan Tahan Lasak


Kurma tumbuh pada rentang suhu yang ekstrim -15 °C s/d +51 °C. Tetapi kurma paling suka pada keadaan sekitar 25°C seperti di umumnya di negeri kita. Tumbuh pada ketinggian minus 400 m (di bawah permukaan laut, di lembah Jordan) hingga >+2000 m di Kashmir pada pegunungan Himalaya.

Kurma paling tahan pada kondisi tanah yang marginal, sebagaimana selama ini ditunjukkan dengan tumbuh tegar di padang pasir, namun makin subur tumbuh di Thailand, India, California dan Bogor.

Produktifitas per Hektar yang Tinggi


Hasil panen berkisar 15 - 45 ton / HA / tahun, dengan asumsi 150 pohon per HA dan hasil 100 - 300 kg per pohon/tahun. Cukup hanya dengan menanamnya sekali, akan dapat panen dari tahun ke 5 - 7 hingga 100 tahun kemudian (seperti tanaman kurma di Timur Tengah dan Coachella Valley USA).

Produktifitas yang tinggi dan usia produktif yang panjang ini memberikan hasil kelayakan usaha yang sangat menarik sebagai pilihan investasi. Hal ini perlu Anda coba jika ingin mencari peluang bercocok tanam yang memberikan keuntungan serta sebagai investasi di masa yang akan datang.

Akar Pohon Kurma Sangat Unik


Berbeda dengan akar pohon kelapa ataupun kelapa sawit. Akar serabutnya terbagi sebagai akar atas/udara, akar samping, akar tengah dan akar dalam. Akar dalamnya bisa menunjam hingga 12 m ke bumi. Sedangkan akar sampingnya merayap tak lebih dari 1 m dari bonggolnya.

Menjadikannya sangat kokoh, sekaligus ramah pada tanaman tetangganya. Kurma tidak merebut air dan unsur hara jatah tanaman tetangganya. Justru "wa fajarna minal 'uyuun" (menurut Q.S. Yasin : 34) menahan laju perembesan air ke dalam dan membantu "memompa" air memancarkan mata air ke atas sehingga cukup air di dekat top soil.

Payungan daunnya yang berwarna keperakan, memantulkan sebagian cahaya dan panas matahari, mengalirkan angin, meningkatkan
kelembaban, menurunkan suhu dan membantu menciptakan micro climate yang baik di sekitarnya.

Adaptabilitas Yang Tinggi


Pohon kurma betina mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya dan menghasilkan jenis buah baru yang khas karena lingkungannya dan karena hasil persilangannya. Ini keistimewaan lain yang memberi nilai lebih sebagai pertimbangan untuk nantinya apakah memutuskan membudidayakannya ataukah tidak.

Propagasi Cepat dan Beragam Cara


Kurma bisa dikembang-biakkan dengan 3 cara: dari biji, tunas (offshoot, seperti pisang) dan kultur jaringan (kuljar / tissue culture). Kasus di Bard Valley USA, dari 18 bibit menjadi 200 ribu pohon dalam 72 tahun. Sedangkan secara teoritis, dengan asumsi 1 pohon ada 10 tandan masing-masing ada 50 untai dan ada 20 butir per untai.

Maka 1 pohon bisa tersedia 10.000 bibit sekali panen, yang dalam 10 tahunan bisa 3 panen, maka tersedia 30.000 bibit dari biji. Tingkat tumbuh semaian dari biji sangat tinggi, lebih dari 90%, dan mudah sekali. Petani akan merdeka dari cengkeraman konglomerat mafia penguasa benih.

Pada waktu usia 3 tahun pohon kurma jantan atau betina sudah mengeluarkan gerombolan tunas anakannya. Pada tahun ke-7 sudah bisa memanen tunas sebanyak 10-15 tunas dengan kualitas tanaman dan jenis kelamin yang sama. Maka reboisasi dengan pohon kurma juga menjadi salah satu pilihan yang sangat menarik.

Demikianlah sedikit ulasan mengenai sifat dan keunggulan serta daya tarik pohon kurma untuk dibudidayakan. Semoga informasi yang bagikan mengenai budidaya kurma bisa menginspirasi Anda semuanya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel