FAQ : Tips hemat saat kuliah di tanah rantau?

Bagaimana sih cara agar saat berada di tanah rantau menjalani aktivitas perkuliahan dan mengatur keuangan kita agar tidak boros?


Istilah boros ataupun hemat beda-beda persepsi tiap orangnya. Hal ini tak lepas dari dimanakah lokasi tempat tinggal yang didiami. Sudah barang tentu kalau berada di kota besar seperti Jakarta kita pasti menawarkan biaya untuk hidup yang tidak sedikit.

Selain letak geografis di mana kita berkuliah ternyata gaya hidup Kalian juga bisa mempengaruhi Apakah kalian dikatakan boros atau hemat. Pasti kalian sering dengar kalimat ini : "yang mahal itu bukan biaya hidup, tapi gaya hidup".

Setujukah dengan pernyataan di atas saya yakin kalian pasti kebanyakan setuju dengan pernyataan tersebut. Bahwa yang mahal sebenarnya bukanlah melulu tentang biaya hidup yang ada dan harus ditanggung tetapi kebanyakan yang membuat seseorang boros saat kuliah di kota orang adalah gaya hidup yang berlebihan.

Gaya hidup seperti apa sih yang dikatakan berlebihan itu? Gaya hidup yang berlebihan adalah mereka yang apa-apa dan kemanapun harus terlihat trendy. Seperti gaya pakaian, tempat makan ataupun perabot pribadi yang digunakan. Tentu hal ini sudah banyak yang kalian ketahui bukan.

Jujur saja saat saya pertama kali menginjakkan kaki di Kota Semarang saya kaget dengan makanan-makanan yang ditawarkan disini. Pasalnya harganya dua kali lipat lebih mahal daripada harga makanan yang ada di daerah asal saya.

Pun sebenarnya sudah menjadi resiko kalau datang ke kota besar apalagi Semarang yang notabene adalah ibukota provinsi Jawa Tengah tentu banyak orang pendatang yang ingin mengadu nasib di sini seperti misalnya berjualan makanan.

Oleh karena itu saya berinisiatif untuk bagaimana caranya supaya saya hidup kuliah di Kota Semarang biar bisa hemat dan tidak mengeluarkan banyak biaya karena kasihan orang tua kalau tiap bulan harus dimintai uang terus menerus padahal mereka hanya kerja serabutan yang tidak menentu.

Cara yang dilakukan untuk bisa hemat biaya hidup saat kuliah di kota adalah dengan tidak selalu membeli makan di luar dan usahakan untuk sebisa mungkin masak di kos atau kontrakan sendiri. Cara ini terbilang cukup efektif untuk menekan biaya pengeluaran bulanan untuk keperluan konsumsi kebutuhan-kebutuhan lain yang mendesak.

Buat kalian yang ingin benar-benar menekan dan menghemat biaya pengeluaran untuk biaya hidup kuliah di kota bisa diakali dengan membeli rice cooker sendiri untuk memasak nasi. Lalu setelah memasak nasi selanjutnya tinggal membeli sayur dan lauk untuk makan sehari.

Hal ini terbilang cukup efektif dibandingkan dengan tiap ingin makan harus membeli di warteg ataupun di restoran dan bisa dipastikan biayanya juga tidak sedikit untuk kantong seorang mahasiswa yang belum bisa mandiri. 

Harga rice cooker pun bisa dibilang cukup terjangkau untuk rice cooker ukuran 1 liter biasanya di toko berkisar antara harga Rp 150.000 sampai Rp 300.000 tergantung apa merk yang kalian beli. Saya saranin sih beli rice cooker yang sudah familiar ada diantara kita seperti Miyako, Cosmos ataupun Maspion. Tapi terserah kalian masing-masing mau beli merk apa ini hanya saran dari saya pribadi.

Banyak cara sebenarnya yang bisa dilakukan kalau kita benar-benar berniat ingin menghemat uang saku kita selama berada di tanah rantau dalam masa perkuliahan yang sedang kita jalani selama ini. Diantaranya adalah seperti mengurangi keinginan untuk beli jajan diluar, mengurangi jalan-jalan serta menyisihkan sebagian uang untuk yang lebih membutuhkan.

Selain itu jika ingin lebih berhemat lagi atau bahkan menambah uang saku yang kalian punya bisa juga sambil bekerja part time atau kerja sampingan yang dilakukan selesai pulang kuliah. Mungkin sementara itu dulu tips yang saya bagikan tentang bagaimana cara menghemat pengeluaran saat kuliah dan sedang dalam posisi jauh dari orang tua. Semoga bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel