Tips Lolos SBMPTN dan Ujian Mandiri Mudah

Jika SBMPTN dihapus dan diganti dengan test center maka akan terjadi perubahan pada sistem penerimaan mahasiswa baru yang bisa terjadi. Jika pada tahun-tahun sebelumnya hanya menggunakan ujian berbasis kertas (PBT), lalu kemudian ada yang baru lagi yaitu dengan ujian berbasis komputer (CBT).

Jika memang benar, maka sistem tes pada test center kali ini diperkirakan tidak akan jauh berbeda dengan ujian berbasis komputer (CBT) yang selama ini sudah diterapkan. Pemerintah menyatakan bahwa sistem tes pada test center ini akan dapat diakses dengan mudah melalui daring. Jadi bisa dipastikan jika sistem pada test center akan menggunakan media daring sama seperti saat melakukan UNBK di ujian nasional.

SBMPTN dan test center bukanlah hal yang berbeda. Hanya sistem ujiannya saja yang berganti, namun materi yang akan diujikan pada SBMPTN dan atau pada test center nanti tidak akan berbeda. Secara garis besar materi yang akan keluar masih sama, yaitu TKPA (TPA, Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris) , TKD SAINTEK (Matematika IPA, Fisika, Kimia, Biologi), serta TKD SOSHUM (Geografi, Ekonomi, Sejarah, Sosiologi).

Baik SBMPTN ataupun test center sama-sama akan memfasilitasi seleksi masuk ke PTN. Kita belum tahu bagaimana peraturan pada test center untuk aturan pemilihan jurusan, biaya pendaftaran, sistem penilaian, dan atau yang lainnya. Yang harus dipersiapkan secara pasti dari sekarang adalah hanya dengan belajar sungguh-sungguh dan selalu berdoa. Terdengar klise memang, namun ini benar adanya.

Tips masuk kuliah ke PTN tidaklah sulit, bahkan jika kamu tidak bimbel sekalipun kamu tetap bisa masuk. Jangan ikut-ikutan mereka yang bimbel jika kita memiliki keterbatasan dalam hal biaya. Jika kamu ikut-ikutan sama saja kamu memaksakan kehendak. Dan itu pasti akan memberatkan orangtua.

Lebih baik biaya bimbel dialihkan untuk kebutuhan yang lain semisal ditabung untuk biaya pada saat kuliah nanti. Menurut saya pribadi hal ini lebih baik daripada memaksakan ikut bimbel seperti orang lain hanya karena takut tidak bisa bersaing dan takut gagal masuk ke PTN yang diimpikan.

Simpan ketakutan itu dan ubahlah menjadi sebuah motivasi untuk memacu diri dan membuktikan dengan belajar yang sungguh-sungguh bahwa dengan atau tanpa bimbel sekalipun hasil yang akan didapat tidak akan jauh berbeda jika kita yakin bisa. Kita cukup belajar otodidak dan memahami materi apa saja yang sering keluar pada seleksi tahun-tahun sebelumnya.

Percaya diri adalah hal yang penting. Sikap percaya diri bisa merubah siapa pun menjadi lebih baik. Pun bisa menjadikan seseorang melawan batas semu yang ia ciptakan sendiri yang sebenarnya bisa dilewati.

Saya akan mengambil contoh pada film "Facing The Giants". Ceritanya ada satu tim football yang tengah lesu karena tak kunjung beranjak dari kekalahan dari hari ke hari. Lalu ketika sedang berdiskusi tentang lawan yang akan dihadapi tiba-tiba saja salah satu pemain namanya Brock dipanggil oleh pelatih. Brock mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari sang pelatih. Berawal dari keraguan tidak bisa mengalahkan lawan. Ia pun dipanggil pelatih.


Bukan hukuman yang didapat, melainkan sebuah pelajaran yang sangat berarti bagi hidupnya. Brock diminta merangkaka sejauh 50 yard untuk menyeberangi lapangan dengan membopong seorang teman di punggungnya. Sempat tak yakin untuk melakukannya, akhirnya dengan semangat yang terus diteriakkan oleh pelatih akhirnya Brock bisa sampai di ujung lapangan.

Melawan Batas Semu

Seperti yang telah saya uraikan diatas, sebenarnya kita terlalu sering berkata "tidak bisa". Namun mayoritas orang tidaklah sadar bahwa itu adalah batas yang ia ciptakan sendiri. Tidak ada batas dalam berharap pun tidak ada impian yang terlalu besar, yang ada hanya usaha yang kurang besar.

Seperti Brock yang awalnya tidak yakin bahwa tim yang ia bela tidak lebih baik dari calon lawan yang akan dihadapi. Berkat pelatih, hal yang luar biasa terjadi. Mindset Brock berubah setelah ia berhasil menyeberangi lapangan sepanjang 50 yard dengan membopong seorang teman dipunggung.

Sama seperti Brock, perjuangan untuk bisa masuk kuliah ke PTN tidaklah mudah. Banyak batu kerikil yang siap menggoyahkan kaki saat melangkah, angin yang siap membuat asa terhenti seketika, ataupun gangguan yang sama sekali tidak pernah diduga-duga sebelumnya. Semua itu adalah wajar adanya, tak perlu takut karena tugas seorang hamba adalah selalu berusaha dan berdoa.

Jika kita rajin mencari informasi, sebenarnya banyak sekali mereka yang sukses masuk ke kampus impiannya dengan tanpa bimbel. Yah dalam artikel kali ini saya akan sedikit berbagi hasil obrolan saya dengan seorang teman yang sekarang kuliah di Fakultas Hukum UNDIP. Yang harus benar-benar dipersiapkan yaitu :


1. Rajin Ngerjain Soal


Practice make perfect , begitu kata orang-orang. Dengan banyak-banyak drill soal tahun lalu tentunya akan memiliki gambaran soal dari materi apa saja yang paling sering keluar.

Untuk tahun-tahun 2019 dan selanjutnya jika memang SBMPTN dan Seleksi Mandiri Masuk PTN benar-benar dihapus maka mau tidak mau kita tidak akan memiliki gambaran bagaimana soal yang akan keluar pada tahun yang akan datang karena sistem tes nya sudah menggunakan daring (test center).

Selain itu nampaknya KEMENRISTEKDIKTI sudah mulai sangat serius memerhatikan sistem seleksi masuk PTN yang selama ini telah diberlakukan. Mulai tahun 2017 kemarin seperti kita ketahui ada aturan baru yaitu soal SBMPTN mata uji TKPA tidak diperbolehkan untuk dibawa pulang. Alasannya karena ini permintaan dari Psikolog pembuat soal SBMPTN.

Dibalik hal ini saya yakin ada hal terselubung yang tengah dilakukan. Perkiraan saya KEMENRISTEKDIKTI ingin agar soal SBMPTN TKPA tidak bisa dipelajari oleh calon pendaftar Seleksi Masuk PTN sehingga mereka tidak memiliki gambran bagaimana soal tahun lalu. Dengan hal ini diharapkan seleksi yang dilakukan akan sangat tepat sasaran dalam menyaring siapa saja yang memang memiliki potensi akademik yang baik.


2. Kuasai Sungguh Mapel Yang Kamu Paling Suka


Kabar baiknya jika mapel yang kita kuasai adalah yang masuk kedalam kelompok yang memiliki skor tinggi, seperti matdas, matematika, fisika, ekonomi dan sejarah maka peluang lolosnya akan terbuka lebar. Karena pada dasarnya skor masing-masing mata pelajaran ialah berbeda. Jadi diperlukan kecermatan sebelum menentukan mana yang akan dijadikan senjata utama.

Khusus untuk mata pelajaran matematika dasar, matematika, fisika, dan bahasa inggris cukup kerjakan yang benar-benar yakin dan minimal harus mengisi satu nomor dan wajib benar. Untuk mata pelajaran yang lain bisa menyesuaikan.


3. Pahami Mapel Yang Kamu Kurang Bisa


Jadi konsepnya kita menerapkan bagaimana caranya meminimalkan kekurangan yang ada. Yaitu caranya dengan memforsir mempelajari materi minimal satu bab pada mapel yang menurut kita belum terlalu dikuasai. Jika memang kesulitan dalam memahami materi yang ada mungkin bisa menggunakan Buku Wangsit, Zenius, atau Quipper untuk membantu kamu belajar.

Atau jika memang mempunyai ketiganya itu sangat bagus. Jadi dengan bantuan Buku Wangsit, dan Zenius atau Quipper (pilih salah satu) kita bisa belajar secara otodidak dirumah. Belajar tentang materi yang kita anggap belum paham dan sulit dikejar. Walaupun dilakukan secara otodidak namun tidak perlu khawatir dan takut bersaing dengan mereka yang belajar dengan bimbel. Karena esensi belajar adalah kita paham dan tahu, tak peduli seberapa sulit jalan yang ditempuh selagi tujuannya sama, maka hasilnya pun akan sama. Tapi semua tergantung pada usaha dan kemauan masing-masing.


4. Minimal Ngisi 3 Soal Per Mata Pelajaran TKD Dan Harus Benar


Ini hanya aturan saya sendiri. Jadi kalau tidak mau pakai tidak masalah. Jika mau ngisi minimal satu nomorpun itu terserah kamu juga. Tapi saya rasa dengan persaingan yang sangat-sangat ketat perlu diimbangi dengan peningkatan kuantitas soal yang kita jawab benar. Apalagi jika jurusan yang diincar adalah jurusan favorit dan tentu saja persaingannya otomatis akan sulit.

Untuk seleksi masuk PTN itu sendiri semisal SBMPTN menerapkan sistem penilaian jika benar mendapat nilai 4, jika salah mendapat nilai -1 dan jika tidak mengisi akan mendapat nilai 0. Nah untuk Seleksi Mandiri Masuk PTN sistem penilaiannya sudah berbeda lagi, misalnya saja sistem penilaian UM UNNES dan sistem penilaian pada UM UNDIP pun berbeda.

Kita harus cermat memperhatikan bagaimana sistem penilaian yang digunakan sebelum mulai mengerjakan soal. Tujuannya tidak lain yaitu untuk mengumpulkan nilai sebanyak-banyaknya dengan menjawab soal yang kita yakini benar. Jika soal yang kita kerjakan memang kita anggap sudah dikerjakan dengan baik dan yakin akan benar maka silakan gunakan jawaban tersebut.



5. Maksimalin TKPA Sebaik Mungkin


Mata uji TKPA atau Tes Kemampuan Potensi Akademik terdiri dari empat sub tes diantaranya TPA (Tes Potensi Akademik), Bahasa Indonesia, Matematika Dasar, dan Bahasa Inggris. Pada mata uji TKPA ini soal yang diujikan relatif mudah dibanding pada mata uji TKD. Kita bisa memanfaatkan soal soal TKPA dengan sebaik mungkin guna mengumpulkan nilai sebanyak-banyaknya.

Pada sub tes TPA sering dianggap sebagai lumbung nilai yang sangat bisa mendongkrak skor yang diperoleh. Pasalnya soal pada sub tes TPA ini tidaklah terlalu sulit. Kita hanya dituntut bisa mengerjakan soal dengan logika karena pada sub tes ini tidak butuh hafalan rumus yang sulit. Kalau kita bisa memaksimalkan sub tes TPA dengan menjawab 45 soal dengan benar tanpa mengabaikan sub tes yang lain maka akan memperbesar peluang untuk kita lolos.

Sub tes kedua yang dianggap bisa menjadi lumbung nilai adalah Bahasa Indonesia. Pasti semua sudah bisa Bahasa Indonesia karena ini adalah bahasa sehari-hari yang kita gunakan. Perkiraan minimal soal yang harus kita jawab pada sub tes Bahasa Indonesia adalah 10 soal. Jika bisa diatas itu maka lebih baik.

Untuk sub tes Matematika Dasar dan Bahasa Inggris terkadang sering menjadi batu sandungan. Banyak yang tidak menjawab karena alasan takut salah atau memang karena tidak bisa. Padahal kalau kita bisa menjawab benar minimal satu soal saja itu lebih baik daripada kita mengosongi lembar jawab. Kita menjawab tidak boleh asal karena takut ada nilai mati. Abaikan nilai mati, fokuslah pada soal dan jawablah dengan benar sebelum waktu habis.


6. Jangan Terlalu Memaksakan Belajar


Belajar sesuai mood bisa meningkatkan konsentrasi. Memang benar adanya. Jika mood untuk belajar baik maka tidaklah sulit melahap materi yang ingin dipelajari. Lalu bagaimana jika mau belajar tapi sedang tidak mood? Solusinya yaitu kita harus mengundang mood tersebut datang, bukan malah menunggunya. Jika kita menunggu hingga mood datang bisa saja mood tersebut datang sehari, seminggu, atau dua minggu kemudian.

Cara mengundang mood untuk belajar sangatlah mudah. Dengan kondisi yang nyaman maka otomatis mood belajar akan muncul dengan sendirinya. Contohnya belajar didalam kamar sambil membuka jendela. Aliran udara segar dari luar akan menyejukan badan sehingga membuat hati menjadi senang. Apalagi jika ditemani dengan minuman atau makanan kesukaan kita. Pasti semakin mudah mood untuk datang.

Jangan memaksakan belajar dengan waktu yang telah kamu atur. Belajar lama tidak menjamin menguasai materi. Malah bisa-bisa membuat ngantuk dan bosan. Target belajar bukan seberapa lama kita belajar, melainkan kita belajar menargetkan harus paham dan mengerti materi/soal yang dipelajari.


7. Sering Ikut TryOut


Menurut saya pribadi tryout tidak hanya melihat berapa kesiapan kita terhadap materi, sehingga bisa melakukan evaluasi sebelum Hari-H tiba. Melainkan tryout bisa melatih mental pada saat sedang berada pada lokasi tes dengan banyak orang yang belum kita kenal. Sama seperti tryout pada masa SMA, hanya saja pada tryout persiapan masuk kuliah ini kita berada di tempat baru dengan orang yang tidak kita kenal. Jika mental kita tidak kuat bisa saja ketika sudah mempersiapkan bekal belajar yang maksimal namun hasil yang didapat tidak maksimal, ini sering terjadi dan memang wajar. Itulah manfaat tryout sebagai pelatih mental agar tidak nerveous.

Lokasi yang bisa dijumpai untuk tryout ada banyak. Salah satunya adalah lembaga bimbel yang ada di tiap kota. Setiap tahun lembaga bimbel selalu mengadakan tryout untuk para muridnya dan terbuka untuk umum, jadi walaupun tidak ikut bimbel masih bisa ikut tryout yang diselenggarakan. Selain itu banyak juga organisasi-organisasi yang seringkali mengadakan tryout yang di prakarsai oleh ikatan mahasiswa. Biasanya tiap kota memiliki ikatan mahasiswa sendiri, jadi tinggal pintar-pintar mencari informasi.

Penutup

Akhir kata tetaplah semangat dan selalu berdoa. Minta doa restu dari orangtua. Belajar tekun dan sungguh-sungguh. Percayalah bahwa hasil tidak akan mengkhianati usaha. Jangan takut untuk tetap bermimpi yang tinggi ya :) , tidak ada mimpi yang terlalu besar, yang ada hanyalah usaha yang kurang besar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel