Seleksi Mandiri : PTN Yang Menggunakan Nilai SBMPTN

Seleksi Mandiri : PTN Yang Menggunakan Nilai SBMPTN

Ujian mandiri adalah ujian yang diadakan langsung oleh universitas. Ujian ini sudah terlepas dari kaitan Ristekdikti. Karena pada dasarnya jalur masuk perguruan tinggi yang terdiri dari SNMPTN dan SBMPTN dikelola sendiri dan mereka yang menjadi panitianya.


Namun lain halnya dengan ujian mandiri atau UM/SM. Ujian mandiri disini sudah sepenuhnya menjadi wewenang dari tiap-tiap universitas itu sendiri. Universitas diberikan kebebasan oleh Ristekdikti dalam menyelenggadakan ujian mandiri.

Kebebasan itu terlihat dari pada pihak universitas yang bebas dalam menentukan jadwal, pemilihan soal, biaya pendaftaran, dan lainnya.

A. Jadwal pendaftaran

Jadwal pendaftaran ujian mandiri bebas ditentukan sendiri oleh pihak universitas guna menerima calon mahasiswa baru. Pihak universitas bebas menetakan jadwal kapan diselenggarakanya ujian mandiri, baik itu setelah ujian nasional, setelah SNMPTN, ataupun setelah SBMPTN. Jadi yang ingin mencari info mengenai ujian mandiri tiap-tiap universitas bisa menuju homepage dari universitas yang bersangkutan guna mendapatkan info lebih lanjut.

B. Komposisi Soal

Dalam hal pemilihan soal pihak universitas dibebaskan dalam membuat soal. Pada umumnya soal untuk seleksi masuk ke perguruan tinggi terdiri dari tiga, yaitu TKPA ( Tes Kemampuan Potensi Akademik) yang berisi mata uji TPA ( Tes Potensi Akademik, Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Lalu ada Tes Saintek (Sains dan Teknologi) yang terdiri dari mata uji Matematika Ipa, Fisika, Biologi, dan Kimia. Serta dari rumpun Soshum ( Sosial Humaniora) yang terdiri dari mata uji Ekonomi, Sosiologi, Geografi, dan Sejarah.

Pihak universitas bebas apakah dalam proses seleksi mereka menggunakan komposisi soal seperti pada umumnya ataukah hanya menggunakan sebagian komposisi soal. Misalnya saja UGM dalam UTUL UGM yang tidak menggunakan TPA.

C. Biaya Pendaftaran

Jika pada seleksi SBMPTN pada saat mendaftar peserta diwajibkan membayar sejumlah biaya, maka pada saat ujian mandiri pun begitu, namun biaya pendaftarannya juga beragam karena tergantung kebijakan dari masing-masing universitas. Ada universitas yang menetapkan biaya pendaftarannya murah dan ada juga yang membebankan lumayan mahal. Namun selain itu juga ada kok universitas yang tidak memungut biaya pendaftaran pada saat ujian mandiri. Tapi syaratnya calon peserta ujian harus melamar bidikmisi sebagai syarat bebas biaya pendaftaran. Namun tidak semua universitas mgnerapkan kebijakan ini, hanya sebagian saja yang menerapkan.

Mengenai ujian mandiri apakah harus ikut SBMPTN terlebih dahulu?

Sebenarnya jawabannya relatif. Proses seleksi ujian mandiri itu sendiri dibagi menjadi dua tipe. Tipe pertama yaitu ujian mandiri yang menggunakan tes, sedangkan tipe kedua yaitu tanpa tes (menggunakan nilai raport dan nilai SBMPTN)

A. Ujian mandiri menggunakan tes tertulis


Pada ujian mandiri yang mgnggunakan tes yaitu seperti ujian pada SBMPTN, peserta melakukan tes berdasarkan jurusan yang ia pilih. Jika memilih IPA ya tes nya nanti SAINTEK, jika IPS maka tesnya SOSHUM.

Komposisi dari soal yang diujikan juga bergantung pada kebijakan universitas masing-masing. Contoh dari PTN yang menggunakan tes tertulis pada ujian mandiri yaitu UNNES, UNDIP, ITB, UI, UGM, dan masih banyak lagi.

B. Ujian mandiri tanpa tes


Dalam bahasan ini saya hanya akan mengulas seleksi mandiri yang menggunakan nilai SBMPTN.

Berbeda dengan ujian tertulis yang mewajibkan calon mahasiswa melakukan tes untuk proses seleksinya, dalam ujian mandiri yang menggunakan nilai SBMPTN setiap calon mahasiswa tidak perlu melakukan tes tertulis.

Pasalnya penilaian dari sistem ujian mandiri non-tes ini mengambil nilai dari hasil ujian SBMPTN yang telah dilakukan.

Tentu syaratnya calon mahasiswa baru harus telah mengikuti ujian SBMPTN terlebih dahulu. Karena jika tidak mengikuti ujian SBMPTN tidak diperkenankan untuk ikut mendaftar. Jalur ujian mandiri akan memberi kesempatan bagi calon mahasiswa yang tidak lolos SBMPTN. Pihak universitas diberi kepercayaan untuk menyeleksi sendiri.

Hal ini berdasar pada PERMENRISTEKDIKTI Nomor 126 Tahun 2016 Tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana Pada Perguruan Tinggi Negeri yang tercantum pada Pasal 12 (dua belas) ayat 2 (dua) bahwa “Seleksi Mandiri yang dilaksanakan oleh masing-masing PTN menggunakan atau memanfaatkan nilai hasil tes SBMPTN yang difasilitasi oleh Panitia Pusat”.

1. UNS (SM UNS) . Untuk info selengkapnya mengenai pendaftaran seleksi mandiri di UNS, silakan buka https://spmb.uns.ac.id

2. UB (SPMK) . Untuk info selengkapnya mengenai pendaftaran seleksi mandiri di Universitas Brawijaya, silakan buka https://selma.ub.ac.id

3. UNAIR (Ujian Mandiri) .
Untuk info selengkapnya mengenai pendaftaran seleksi mandiri di Universitas Airlangga , silakan buka http://ppmb.unair.ac.id

4. ITS (PKM) . Untuk info selengkapnya mengenai pendaftaran seleksi mandiri di Institut Sepuluh November, silakan buka https://smits.its.ac.id

5. UNSOED (SPMB Mandiri) .
Untuk info selengkapnya mengenai pendaftaran seleksi mandiri di Unsoed , silakan buka http://spmb.unsoed.ac.id/

6. UNHAS (JNS) . Untuk info selengkapnya mengenai pendaftaran seleksi mandiri di UNHAS, silakan buka https://unhas.ac.id/pmb/index.php/jpmb/jns/ketentuanumum

7. UPI (SM UPI) .
Untuk info selengkapnya mengenai pendaftaran seleksi mandiri di UPI, silakan buka http://pmb.upi.edu/

8. UPN Jakarta (Mandiri) .
Untuk info selengkapnya mengenai pendaftaran seleksi mandiri di UPN Jakarta, silakan buka https://penmaru.upnvj.ac.id

Cara pendaftaran ujian mandiri


A. Pilih universitas yang menggunakan nilai SBMPTN dalam seleksi mandirinya.

Daftar PTN sudah ada diatas, kalian tinggal pilih saja mau mencoba dimana.

Kak, apa kita bisa mendaftar semuanya? Aku mau nyoba SM di UNS, UNAIR, UB, sama ITS, apa boleh?

Boleh kok, semakin banyak mendaftar maka akan semakin besar peluang kalian lolos dan bisa kuliah tahun ini juga. Namun yang harus diingat adalah tentu jika mendaftar di banyak PTN harus menyiapkan budget untuk biaya registrasi.

Lalu apakah bisa mendaftar ujian mandiri yang menggunakan nilai SBMPTN sekaligus melamar bidikmisi?

Sebenarnya bisa, namun ada juga yang masih membebankan biaya regiatrasi, jadi semua tergantung kebijakan dari universitas masing-masing.

B. Pastikan kartu tanda peserta SBMPTN masih ada.

Kartu tanda peserta SBMPTN ini nantinya akan digunakan untuk di upload saat pendaftaran, dan digunakan untuk daftar ulang.

Pada tahap ini setiap calon pendaftar silakan menuju web masing-masing universitas yang akan dituju.

Selanjutnya melakukan pendaftaran dengan mengisi data-data seperti pada SBMPTN, yaitu pemilihan jurusan, identitas.dsb.

PENTING : Yang harus diingat yaitu pastikan sekali lagi kartu tanda peserta SBMPTN tidak hilang. Karena dalam tahap ini juga peserta diwajibkan mengisi nomor SBMPTN yang alan digunakan untuk mendaftar dan juga melihat pengumuman.

Kak, kalau kartu tanda peserta SBMPTN ku hilang bagaimana kak? Apa masih bisa mendaftar ujian mandiri dengan nilai SBMPTN?

Pertanyaan ini sering muncul tahun kemarin karena banyak juga yang kartu SBMPTN nya hilang dan dia bingung saat mau mendaftar. Tips dari aku yaitu pada saat hendak mencetak kartu tanda peserta SBMPTN, pastikan kalian telah memiliki softcopy dari kartu tersebut. Lebih bagus lagi kalau mencetak dua untuk jaga-jaga. Ini untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang mungkin saja bisa terjadi nanti.

C. Melakukan pembayaran pendaftaran seleksi mandiri

Pada saat ini anggap kalian telah selesa mengisi data-data dan memilih jurusan. Selanjutnya yang dilakukan adalah melakukan pembayaran biaya pendaftaran. Alurnya memang begitu, jika tidak melakukan pembayaran maka dianggap tidak mendaftar.

Pembayaran biaya pendaftaran seperti saat membayar pendaftaran SBMPTN, namun yang harus diikuti adalah petunjuk yang telah didapat saat mendaftar.

D. Mencetak kartu tanda peserta seleksi mandiri

Jika telah melakukan pembayaran biaya pendaftaran sekarang baru bisa mencetak kartu tanda peserta seleksi mandiri. Jangan harap bisa mencetak kartu tanpa melakukan pembayaran terlebih dahulu.

Fungsi kartu pendaftaran ini nanti selain digunakan untuk melihat pengumuman juga digunakan untuk melakukan daftar ulang di universitas terkait apabila kalian dinyatakan lolos seleksi mandiri.


Peraturan pendaftaran

Peraturan untuk mengikuti ujian mandiri ini memang berbeda-beda setiap universitas. Adapun syarat secara umum :

1. Telah mengikuti SBMPTN di tahun tersebut dan dinyatakan tidak lolos. Apabila lolos, kalian tidak bisa mendaftar seleksi mandiri ini.

2. Mendaftar sesuai dengan pilihan jurusan di SBMPTN dulu

Apabila dulu kalian daftar SOSHUM, maka di seleksi ini kalian cuma bisa daftar SOSHUM, begitu pula sebaliknya. Namun apabila di SBMPTN kalian ikut IPC / Campuran, maka di seleksi mandiri ini nanti bisa daftar baik rumpun SAINTEK, SOSHUM atau campuran.

3. Kalian tidak harus memilih PTN tersebut ketika SBMPTN

Apabila kalian SBMPTN tidak milih UNS, misalnya, maka kalian tetap bisa daftar seleksi mandiri di UNS. Namun hal ini tidak berlaku jika hendak mendaftar di UNSOED dan UNHAS.

Sekian pembahasan tentang PTN yang menyelenggarakan ujian mendiri menggunakan nilai SBMPTN, namun saya harap teman-teman semua tidak pernah mengikuti ujian mandiri.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel