Cara Membuat Puisi Yang Baik dan Benar Bagi Pemula dan Contohnya

Cara Membuat Puisi Yang Baik dan Benar Bagi Pemula dan Contohnya - kampusajaib.blogspot.com | Mari kita coba belajar membuat puisi dengan cara mengikuti tahapan yang baik dan benar hingga akan tercipta bait-bait puisi yang indah dan bermakna.

Menulis puisi yang baik sangat dibutuhkan ketika kita dihadapkan pada sebuah tuntutan soal maupun lomba. Terkadang kita bebas dalam membuat puisi, namun dibalik itu kita juga harus benar dalam pemilihan diksi ata pilihan kata. Tujuannya yaitu agar dalam puisi tercipta sebuah harmoni yang memberi makna tersendiri.

Seperti halnya menulis cerpen, menulis sebuah puisi juga tentu saja membutuhkan imajinasi, langkah imajinasi yang diperlukan pun tidak terlalu berbeda. Penulis sendiri dituntut mengumpulkan semua inspirasi yang muncul kedalam media tulisan.


Emosi dan kemampuan mengolah kata juga sangat penting. Hal ini diperlukan dalam membuat sebuah puisi agar tidak rancu saat dibaca, sehingga dapat menciptakan sebuah tulisan yang indah dan bermakna.

Cara menulis puisi pada artikel ini akan menjelaskan semuanya
dari awal sampai akhir bagaimana langkah langkah agar pemula bisa termotivasi untuk menulis. Banyak orang berpikir, menulis puisi itu mudah. Padahal seperti pada kenyataannya tidaklah selalu mudah.

Dibutuhkan lebih dari sekadar ilusi serta feeling mengolah kata dari perasaan yang ditangkap di lingkungan sekitar. Sangat bisa menulis puisi bagi siapa saja, namun tak semua mampu menghasilkan puisi yang benar benar membuat orang yang membaca menjiwai apa maksud dan isi yang disampaikan dalam karyanya.

Tidaklah sulit jika kita serius ingin memulai dari sekarang.

Berikut alur tahapan cara membuat sebuah puisi yang baik dan benar :


1. Cari Tema yang Menarik


Ide bisa didapat dari mana saja. Ia bisa didapat dari alam: melihat gunung, sungai, laut, proses hujan, dan seterusnya. Atau bisa juga lahir ketika melihat hirup-pikuk pasar, politik, pertengkaran, hukum, dst. Perhatikan prosesnya. Simak poin-poin penting yang bisa dijadikan pesan amanat. Jika sudah, tema bisa ditentukan. Cari judul yang menarik dan baik.

2. Tentukan Pesan dan Amanatnya



Pesan dan amanat adalah dua pokok penting dari setiap tulisan. Jangan buat tulisan tetapi tidak jelas apa tujuan dan pesan yang ingin disampaikan. Dari ide-ide besar yang telah kita tetapkan, tema yang ditentukan, maka kita bisa memilah dan menginginkan seperti apa pesan yang akan dibuat. Seperti: nasihat untuk anak muda, perenungan tentang hidup, dst. Puisi juga bisa diarahkan untuk umum, untuk anak-anak, dewasa, pejabat, guru, atau siapa saja. Sesuaikan dengan tujuannya. Jangan sampai puisi anak-anak ditulis super gelap dengan tema orang dewasa.

3. Tentukan Sikap



Sikap penyair terhadap puisi dan pembaca itu penting. Bagaimana cara kita menyusun puisi. Dan bagaimana pula respon orang lain ketika mebaca sebuah puisi. Kita bisa menulis dengan kesan mendikte, mengajak, menggambarkan, dst., tentunya yang sesuai dengan tema dan tujuan yang akan diangkat dan juga baik dan benar. Mendikte bisa dalam bentuk puisi satir. Mengajak bisa dalam bentuk nasihat. Menirukan bisa untuk puisi nasihat anak-anak. Dst., sesuai dengan tema dan pesan yang ingin kita sampaikan dan tak terkecuali khusus pemula. Ingat dan khayalkan pula, bagaimana nanti ketika puisi kita dibaca oleh orang lain. Bagaimana respon dari mereka. Ini penting supaya kita tidak asyik dan bebas dengan tulisan kita sendiri.

4. Tifografi Puisi



Ketika kita memulai menulis puisi, kita bisa membuat puisi dengan bentuk konvensional (larik dan bait yang teratur). Atau bisa pula dengan gaya prosais yang lebih bebas. Pemilihan ini juga penting dari sebuah puisi. Puisi bisa ditulis dengan larik yang konsiten dalam setiap bait. Atau berbeda antara satu dan lainnya. Terkait gaya kepenulisan naratif (bercerita) atau tidak, itu tergantung selera masing-masing. Puisi naratif lebih luwes dan bebas. Cocok untuk puisi yang isinya lebih panjang dan luas. Puisi lirik tentu lebih padat. Cocok untuk puisi yang menggelora, mengelolah emosi, puitis, dst., dan tentunya puisi ini akan lebih baik serta padat dan kuat.

5. Memilih Diksi dan Kata Konkret



Salah satu pembeda puisi dari prosa tentu pemilihan kata yang lebih padat dan kuat. Pilihlah diksi-diksi penting yang membawa pesan dan simbol yang lebih kuat. Hindari banyak kata yang tidak berguna dan bermanfaat kuat di dalam sebuah puisi. Semakin padat tentu semakin baik.

Perhatikan tanda bacanya juga. Jangan sampai tanda baca menjadi sebuah penghalang dan perusak dari sebuah puisi. Penyair yang baik mampu memanfaatkan tanda baca sebagai diksi penting dalam puisi.

Catat simbol-simbol penting yang ingin dicatat, seperti: hujan, desau, dst. Satukan dalam puisi hingga jadi kesatuan yang utuh. Kata-kata bisa menjadi sebuah simbol, seperti: salju bisa disimbolkan sebagai kebekuan hati. Api disimbolkan dengan kemarahan, emosi, semangat yang menyala, dan seterusnya. Tentunya sesuai dengan tema yang ingin ditulis. Jangan sampai salah dalam memilih dan meletakkan simbol. Jika salah, pesan dan amanat akan menjadi jauh melenceng.

Jangan jadikan itu sebagai pembenaran sebagai puisi gelap. Keberhasilan puisi tidak hanya berasal dari pembaca yang cerdas, tetapi juga tergantung dari kita (penyair) yang mampu meracik puisi dengan baik dan tepat.

6. Gaya Bahasa/Majas



Gaya bahasa atau majas sangat penting dalam sebuah puisi. Ada banyak majas yang bisa dimanfaatkan dalam sebuah puisi, seperti metafora, personifikasi, ironi, simile, sarkasme, repetisi, dst. Setiap majas akan memiliki peranan yang penting untuk menjadikan puisi yang kuat dan prismatis.

Jangan sampai menjadi puisi yang terlalu lugas seperti tulisan biasa, sekalipun bentuk puisinya telanjang (diafan). Contoh majas personifikasi: "Embun menyapa hatinya yang beku". Jika belum paham terkait majas, silakan pelajari lebih dalam di buku-buku dasar.

7. Citraan (Imagery)



Citraan atau imaji (imagery) adalah yaitu kata atau susunan kata-kata yang dapat membangkitkan pengalaman indrawi, sehingga pembaca dapat seakan-akan melihat, medengar, dan merasakan seperti apa yang dialami penyair. Citraan itu terdiri dari beberapa jenis, yaitu: citraan penglihatan, suara, penciuman, gerak dan peraba. Contoh: "Ia adalah bunga mawar yang layu". Dari diksi ini, kita bisa seolah-olah melihat rupa mawar yang indah (citraan penglihatan), dan mawar yang tersakiti--layu (citraan peraba). Pemanfaatan citraan yang baik tentu mampu menjadikan puisi lebih kuat, hidup dan sampai ke ingatan pembaca.

8. Versifikasi (rima, irama, bunyi, metrum, ritme)


Ini juga bagian penting dalam puisi. Pemanfaatan bunyi dan rima tidak hanya membuat puisi menjadi lebih indah dan kuat. Tetapi juga bermakna lebih luas dan kuat. Kita bisa menyimak suara-suara yang berasal dari alam, hewan, atau manusia yang berbagaimacam ragam. Masing-masing memiliki pesan psikologis berbeda. Bunyi hewan karnivora seperti harimau lebih mendehem, menggumam, dst., sehingga menimbulkan efek kekuatan. Sedangkan suara hewan herbivora lebih melengking atau lunak. Kemampuan kita memilih bunyi akan menjadikan puisi lebih hidup. Lihatlah mantra yang banyak dibaca di masyarakat. Bunyi-bunyi tertentu mampu membuat puisi menjadi magis dan horor.

Rima yang teratur memang menjadi puisi lebih hidup dan indah. Sebagian genre justru menjadikan rima sebagai faktor penentu sebagai aturannya. Seperti pantun dengan pola rima akhir abab. Gurindam memakai aa. Silakan sesuaikan dengan genre dan kehendak yang ingin kita tulis.

Bunyi dan rima juga bisa menjadikan puisi lebih puitis dan menarik. Dengan irama-irama tertentu, puisi bisa dibaca dengan lebih nikmat dan khidmat. Bahkan bisa dilagukan atau dinyanyikan dengan indah dan merdu, tentunya dengan ritme (ketukan) yang telah diatur.

Setelah kita mempelajari cara menulis puisi yang baik dan benar untuk pemula, sekarang saat nya kita berlatih untuk menulis puisi sendiri.

Dengan memperhatikan beberapa catatan diatas seharusnya kita sudah bisa menciptakan puisi sederhana setidaknya satu bait. Satu bait tidaklah terlalu sulit menurut saya untuk sekedar menulis.

Berikut contoh puisi tentang alam dan keindahan alam :



~"Pesona Indonesia"~

Hamparan luas birunya samudera
Membentang ribuan pulau Nusantara
Terimpan berjuta keindahan alam
Anugerah sang pencipta untuk Nusantara.....
Keaneka ragaman bahasa dan adat budaya
Sebagai simbol ciri khas suatu bangsa
Dalam satu rumpun lingkar Bhinneka
Dari Papua hingga sampai Sumatera.....
Pesona keindahan negeri tercinta
Jangan pernah biarkan ternoda
Hilang sirna tanpa karisma
Tiada lagi jadi pujaan bangsa.....
Jaga dan lestarikan keindahan alamnya
Keaneka ragaman bahasa adat budaya
Tunjukan pada dunia pesona Nusantara
Yang tersimpan dalam rumpun Bhinneka.....

Banyak hal yang bisa dilakukan kerika hendak berlatih cara menulis puisi yang baik serta benar. Khususnya untuk pemula yang baru memulai dari nol lagi. Namun semua itu butuh proses. Yang harus Anda lakukan adalah rajin mengolah kata dengan terus belajar dari para sastrawan terdahulu.

Demikian Cara Membuat Puisi Yang Baik dan Benar Bagi Pemula dan Contohnya.

Selamat belajar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel