Cara Belajar SBMPTN, USBN dan UNBK

Kali ini saya akan bahas tentang Ujian Nasional dan Sbmptn. Seperti apakah yang sebenarnya yang harus kita prioritaskan belajarnya? Lalu apa salah jika memilih salah satu untuk fokus ke sana?

Gambar : news.okezone.com

Mungkin itulah dilema di benak anak anak SMA kelas 12 yang bingung memikirkan bagaimana nanti setelah lulus. Bingung karena mana yang harus di fokuskan antara yang ada di depan mata atau keinginan setelah lulus.

Yang pertama akan saya ulas adalah ujian nasional. Jika menengok tahun 2017 yang lalu ujian nasional tidak menjadi penentu kelulusan. Yang menjadi andil besar dalam menentukan kamu lulus atau tidak adalah ujian sekolah, yaitu ujian sekolah berstandar nasional.

Kalau dulu ujian nasional yang menentukan kelulusan, sekarang sudah tidak bisa. USBN-lah yang menentukan kelulusan. Banyak orang tidak tahu bahwa Ujian Nasional tak menentukan kelulusan.

Kalau dulu kan nilai rapor pun bisa dimainkan guru. Kalau sekarang tidak akan bisa seperti itu lagi. Sekarang begitu nilai keluar, langsung masuk Data Pokok Pendidikan, dan sudah dikunci.

Itu poin pertama, poin kedua adalah kamu sudah belajar selama tiga tahun. Jika nanti tidak mendapat nilai yang memuaskan di ijazah malah jadi konflik tersendiri di hati.

Terlebih orangtua yang entah sedikit atau banyak pasti agak kecewa jika melihat hasil ujian anaknya tidak sesuai harapan.

Poin ketiga, mengenai Sbmptn..

Sbmptn ditujukan bagi siswa/i yang tidak diterima atau tidak bisa mendaftar karena tidak lolos pemeringkatan.

Walaupun begitu alumni pun masih boleh mendaftar maksinal batasnya 2 tahun setelah kelulusan.

Lalu bagi yang masih kelas 12 tentu mendaftar Sbmptn bukanlah hal yang diharapkan sama sekali.

Mereka menganggap mengikuti Sbmptn adalah mimpi buruk karena tidak diterima di jalur Snmptn.

Namun jauh-jauh hari kamu juga harus mengantisipasi kemungkinan terburuk yang akan terjadi, yaitu tidak diterima Snmptn.

Bukan berharap tidak lolos, hanya mempersiapkan jalan keluar dari kemungkinan terburuk yang mungkin bisa saja akan terjadi. Siapa tahu?

Jadwal pendaftaran Snmptn adalah sebelum ujian nasional. Begitupun Sbmptn setelah pengumuman Snmptn. Pengumuman Snmptn sendiri setelah ujian nasional.

Ada beberapa kemungkinan yang mungkin bisa saja terjadi...

Pertama, terlalu berharap lolos Snmptn, terlalu fokus belajar untuk ujian nasional , nilai ujian nasional memuaskan, dan malah pengumuman Snmptn tiba akhirnya harus shock karena tidak lolos.

Kedua, persiapan belajar buat ujian nasional bagus, ikut mendaftar Snmptn, juga dibarengi belajar buat Sbmptn untuk antisipasi. Setelah pengumuman Snmptn tiba ternyata dinyatakan tidak lolos, namun tidak panik karena masih ada Sbmotn dan sudah mempersiapkan dari jauh jauh hari.

Dari kemungkinan satu dan dua pilih mana? Coba renungkan dan pahami...

Kembali lagi ke pembahasan ujian nasional dan Sbmptn.

Ada teman saya yang bilang kalau kita harus fokus ke cita cita (dalam hal ini Sbmptn), urusan ujian nasional itu jangan terlalu difikirkan.

Toh nanti kalau lulus yang ditanya kamu kuliah dimana? bukan berapa nilai ujian nasional kamu. Begitu kata teman saya.

Menurut saya pribadi, belajar untuk ujian nasional itu penting, belajar untuk Sbmptn juga penting. Tapi lebih di prioritaskan belajar Sbmptn. Karena di saat belajar Sbmptn itu sudah mencakup belajar untuk ujian nasional.

Materi untuk Sbmptn dan ujian nasional sama seperti yang sudah di pelajari

Baca juga materi materi yang sering keluar di Sbmptn

Itu tadi untuk mengantisipasi akan kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi. Tidak ada yang tahu.

Statistik jumlah pendaftar Sbmptn, jumlah peserta lolos, dan persentase jumlah peserta lolos dari tahun ke tahun.

Tahun 2014 jumlah pendaftar 664.509 dan yang lolos sebanyak 91.294 peserta.
Persentase peserta lolos : 13,74%

Tahun 2015 jumlah pendaftar 764.185 dan yang lolos sebanyak 115.788 peserta.
Persentase peserta lolos : 15,15 %

Tahun 2016 jumlah pendaftar 721.326 dan yang lolos sebanyak 126.804 peserta.
Persentase peserta lolos : 17,58%

Tahun 2017 jumlah pendaftar 797.023 dan yang lolos sebanyak 128.085 peserta.
Persentase peserta lolos : 16,07 %

Dari statistik yang ada diatas diketahui bahwa jumlah peserta yang lolos sbmptn rata rata hanya 15% per tahun.

Bayangkan jika kamu harus bersaing dengan tujuh ratus ribu pendaftar yang lain.

Kamu harus bersaing memperebutkan satu kursi menjadi bagian 15 % yang lolos sbmptn.

Jika tidak, maka bersiap harus menerima dgngan lapang dada.
Ada kata maaf di layar monitor nanti.

Sebagai pengingat saja...

Sebenarnya masa-masa belajar di kelas 12 itu tidak lama. Tidak sampai 12 bulan penuh. Ada banyak kegiatan yang harus dijalani. Seperti ujian sekolah, ujian praktek, tryout ujian nasional, dan les.

Tergantung bagaimana kepintaran kamu membagi waktu mana yang jadi prioritas.

Jadi harus memprioritaskan un apa sbmptn?

Jawabannya simpel, kalau kamu sudah yakin akan diterima di jalur snmptn tidak apa apa kalau hanya fokus belajar untuj ujian nasional.

Namun jika kamu tidak mau jadi pengangguran apalagi sampai gap year gara gara gagal snmptn maka belajar sbmptn dari sekarang wajib dilakukan.

Bukankah mencegah lebih baik deripada mengobati.

Bukankah mengantisipasi akan kemungkinan terburuk snmptn lebih baik daripada harus jadi gapyear.

Namun jika sudah terlanjur tidak mempersiapkan belajar sbmptn harus bagaimana?

Tidak ada yang bisa dilakukan selain memulai belajar itu sendiri. Seterlambat apapun kamu memulai belajar sbmptn kalau kamu sudah menguasai materi ya itu bukan masalah berarti.

Namun bagi kamu yang kurang memiliki bekal dalam berjuang sbmptn. Lalu harus apa?

Harus siap menerima kemungkinan terburuk yang mungkin bisa saja terjadi, yaitu tidak diterima dala sbmptn.

Tapi jangan sedih dulu...

Banyak kok kakak kakak yang sudah kuliah yang dulunya gagal sbmptn namun dia memutuskan gapyear buat mempersiapkan materi sbmptn selama setahun hanya untuk masuk ke ptn impian dan jurusan yang di favoritkan.

Alhasil gap year bukanlah hal yang buruk kalau di tahun sebelumnya pernah mengalami kegagalan.

Justru dibalik kegagalan itu pasti ada entah itu terselip hikmah atau akan mendapat ganti yang lebih baik nantinya.

So, kamu harus berjuang untuk mengejar semua impianmu. Seperti di film 5CM. Letakkan semua impianmu di sini, tepat 5cm di depan kening kamu. Bahwa kamu akan selalu melihat semua impian impian yang ada 5 cm di di depan kening kamu.

Setiap apa yang kamu lakukan kamu akan melihat semua impian itu, yang mana akan membuat kamu semangat menjalani semua aktivitas dan dapat memberikan hasil terbaik sesuai kemampuan kamu.

Semangat belajar ya...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel