Pengertian Gap Year Untuk Kamu Yang Belum Tahu

Pernah mendengar kata gap year? atau sering mendengarnya? Istilah ini sudah cukup populer di kalangan anak kelas 12 yang mengikuti sbmptn atau jalur ujian masuk kuliah lainnya.

Mungkin belum banyak yang tahu apa arti sebenarnya gap year itu.

Gambar : www.greatschools.org

Ada sedikit ilustrasi misalnya ada seorang namanya Jono, dia ikut sbmptn bersama temannya namanya Marfuah. Di hari pengumuman sbmptn ternyata Jono tidak diterima, hanya Marfuah saja yang lolos.
Jono bilang ke Marfuah : "Mar, kayaknya aku mau gap year aja deh, soalnya aku ngga lolos sbmptn, kalau ikut ujian mandiri kan mahal, apalagi kalo ke kampus swasta."

Gap year bisa dibilang melakukan aktivitas atau menunda untuk melanjutkan ke bangku kuliah.

Bagi kamu yang baru atau akan lulus SMA/SMK yang berniat masuk ke perguruan tinggi dan sudah gagal berkali-kali untuk masuk ke perguruan tinggi itu (entah dari jalur SNMPTN, SBMPTN, ujian mandiri), mungkin salah satu solusinya adalah gap year.

Apa itu gap year? Apa kelebihan dan kekurangannya? Apa yang harus kamu lakukan ketika menjalani masa gap year itu?

Gap year sebenarnya bukan sesuatu hal yang ditakuti. Bagi sebagian orang, menunda mungkin sudah menjadi kebiasaan.

Contohnya menunda belajar, menunda makan, atau menunda pergi ke suatu tempat.

Itu merupakan hal biasa dan mungkin wajar bagi setiap orang. Jadi, bukan hal yang aneh lagi.

Tetapi berbeda dengan gap year, yang cenderung memiliki arti yang sama, justru bukan suatu hal yang wajar, melainkan suatu yang dipertanya-tanyakan kenapa itu dilakukan.

Seperti yang saya kutip dari Wikipedia, Gap Year is a year before going to college or university and after finishing high school or taking a year off before going into graduate school after completing a bachelor as an undergraduate.

Kurang lebih maknanya seperti menunda untuk kuliah. Banyak alasan seseorang memilih untuk gap year. Bisa karena dia mengejar ambisi untuk kuliah yang dia impikan, bisa karena dia ingin mendapat kursi di ptn atau bahkan kesulitan ekonomi yang membuat dia harus menunda.

Menurut American Gap fungsi gap year adalah
to develop the individual into a more focused student with a better sense of purpose and engagement in the world.

Yang kurang lebih maknanya adalah untuk memberi pelajaran tiap individu dalam kehidupan di dunia yang akan membuatnya lebih baik lagi.

Gap year bagi orang-orang terkadang menjadi sesuatu yang sering dipertanyakan.

Kenapa harus gap year? Masih banyak kuliah swasta yang bagus kan?

Kenapa tidak kuliah di swasta saja daripada menunggu tahun depan?

Nanti mau ngapain nunggu setahun kaya gitu?

Atau sekadar pernyataan menyayangkan seperti sayang waktunya terbuang sia-sia nanti.

Nanti bakalan bareng adik kelas dong?

Mungkin seperti itulah kira-kira kata-kata dari orang yang berpikiran tentang gap year.

Wajar memang bila mereka mengatakan seperti itu...

Karena faktanya memang mereka heran kenapa harus menunda untuk kuliah sedangkan perguruan tinggi atau universitas di Indonesia banyak. Apalagi perguruan tinggi swasta yang semakin hari semakin banyak.

Tak sedikit juga perguruan tinggi swasta yang kualitasnya setara dengan perguruan tinggi negeri.

Namun yang jadi pertimbangan mungkin hanya dua saja, yakni biaya dan kredibelitas.

Biaya yang mahal kalau kuliah di swasta dibanding kampus negeri.

Atau jurusan yang sama sekali belum terakreditasi atau akreditasinya masih jelek.

Alasan diatas secara umum menjadi pemicu utama mengapa ketika gagal dalam tes masuk kuliah mereka memutuskan untuk gap year, entah belajar atau bekerja.

Dengan gap year kamu bisa belajar lebih matang...

Karena waktu satu tahun untuk menunggu tes tahun depan itu lebih dari cukup untuk belajar materi tes masuk PTN yang di inginkan.

Apalagi mendalami untuk mendalami materi yang belum sepenuhnya kamu pahami agar nanti saatnya tiba bisa mengerjakan maksimal.

Dengan gap year kamu bisa memahami arti perjuangan..

Bahwa impian yang besar itu butuh perjuangan yang besar pula. Perjuangan yang sesungguhnya ialah saat keinginan dan do'a menyatu dalam langkah kaki penuh keyakinan, mantap, serta jujur.

Dengan gap year kamu bisa berintrospeksi agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi...

Hikmahnya kita akan tahu apa yang kurang dan apa yang belum dilakukan. Mungkin saja ibadah dan do'a selama ini masih kurang.

Jadi bisa membuat pribadi ke arah yang lebih baik dari sebelumnya.

Dengan gap year kamu akanlebih matang dari segi materi dan mental...

Secara materi ketika awal memasuki kuliah kamu bisa lebih tahu banyak karena sebelumnya sudah belajar selama satu tahun.

Secara mental juga lebih unggul karena mengingat usia lebih dewasa dibanding teman yang lain.

Disamping itu semua kadang ada hal yang membuat konflik batin memanas saat bertemu dengan orang lain...

Misal Ketika kamu bertemu temanyang sudah kuliah di ptn, kamu pasti ditanya "Kuliah dimana ?" Secara tidak langsung itu bikin hati tersinggung. Tapi tanggapi saja dengan bercanda agar suasana hati tidak memanas :)

Pernah juga ditanyain orangtua : "Kamu mau diam saja dirumah?", "kamu ini pengangguran, apa tidak ada kerjaan lain yang bisa kamu lakukan?" Kurang lebih seperti itu kalimatnya, sedikit tapi masuk ke hati :v

Gap year juga harus siap jadi bahan gosip tetangga...

Tidak jarang tetangga tanya belum kuliah atau kuliah dimana. Lalu secara tidak langsung entah sengaja atau tidak itu akan jadi bahan gosip yang luar biasa.

Saran buat yang gap year...

Cari kerja...

Walaupun gajinya tidak seberapa tapi lumayan untuk mengisi waktu, juga dapat uang tambahan dan berlatih hidup mandiri.

Bisa belajar di bimbel...

Bagi kamu yang tidak terlalu memikirkan uang bisa untuk ikut bimbel khusus alumni SMA/SMK untuk persiapan tes PTN tahun depan.

Manajemen waktu...

Jangan lupa atur waktu buat hidup lebih teratur lagi. Buat draft tentang semua aktivitas yang akan kamu jalani, lalu pilih mana saja aktivitas yang tidak terlalu penting dan mana aktivitas buat belajar dalam menunjang tes sbmptn tahun depan agar tidak gagal lagi.

Perbanyak tryout sbmptn mandiri...

Selain agar lebih matang, tryout sbmptn juga akan melatih menyesuaikan diri pada waktu di sbmptn yang sebenarnya. Jika tidak ada waktu untuk mengikuti tryout sbmptn yang ada di luar sana kamu bisa mencoba tryout secara mandiri.

Caranya mudah saja, cukup download lembar jawab komputer dan download soal soal sbmptn tahun sebelumnya untuk kamu kerjakan sendiri di rumah.

Jangan lupa pakai timer ya agar seperti pada sbmptn sebenarnya. Kalau waktu sudah selesai lalu koreksi hasil tryoutmu dan lihat berapa nilainya. Jika sudah bagus maka pertahankan dan tingkatkan lagi. Namun kalau nilainya masih jelek lihat materi pada soal apa yang banyak salahnya, lalu perdalam mempelajari materi tersebut.

Dengan begitu kamu akan lebih siap dalam sbmptn nanti.

Perbanyak ibadah...

Lakukan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing masing agar materi yang dipelajari bisa masuk dan nanti pada saat tes diberikan kelancaran dalam mengerjakan, dan pastinya berdoa mohon kelulusan pada sbmptn di jurusan yang di impikan.

Saya mah kuliah di swasta saja mas...

Kata mereka sama saja, tergantung pribadi masing masing.Tapi menurut saya tidak. Banyak alasan untuk tidak memilih kuliah di swasta.

Kelamaan nganggur atau kerja nanti jadi malas melanjutkan kuliah...

Ini sudah saya alami sendiri dan ternyata memang benar kalau kerja dan sudah dapat uang sendiri nanti akan membuat semangat untuk kuliah lama lama akan jadi hilang.

Buat kamu yang pernah atau sedang menjalani masa masa gap year boleh juga sharing di kolom komentar dibawah tentang apa suka duka yang kamu alami.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel