Tips Lolos Dan Tembus Bisa Masuk STAN Paling Ampuh

Tips untuk lolos masuk STAN paling jitu - Setiap tahun STAN selalu kebanjiran pendaftar. Mereka sangat antusias untuk menjadi abdi negara. Setiap tahun ada lebih dari seratus ribu peminat yang punya keinginan menimba ilmu disana. STAN merupakan kampus elit. Hampir semua lulusan SMA sederajat menginginkan kuliah disana. Bukan tanpa alasan, karena biaya kuliah ditanggung oleh negara serta setelah lulus akan menjadi PNS. Siapa yang tidak tertarik? Lebih lebih bisa dapat uang saku gratis.


Kuliah di STAN bisa memilih berbagai jenjang, yang paling bawah adalah Diploma 1. Dengan waktu 1 tahun saja sudah bisa jadi PNS jika memilih STAN sebagai tempat kuliah nantinya. Ayo jangan ragu untuk mendaftar ke STAN.

Berbanding terbalik dengan kemudahan yang didapat setelah lulus, proses seleksi untuk bisa menjadi mahasiswa/i di STAN memang cukup sulit. Persaingannya sengit untuk bisa lolos tahap satu. Kalaupun lolos nanti masih ada tahap dua dan tiga. Jadi jangan senang dulu bagi yang lolos tahap satu, karena perjuangan belum dimulai.

Perjuangan yang sesungguhnya dimulai saat sudah benar-benar lolos ketiga tahap seleksi. Perjuangannya ada pada saat belajar dan saat menghadapi UTS dan UAS. Itu merupakan perjuangan hidup dan mati bagi yang kuliah di sana.

Panduan belajar dan tips USM STAN 2018

Berbicara soal cara belajar, sebenarnya bisa dioptimalkan dengan beberapa cara. Salah satunya yaitu dengan berlatih dari soal-soal USM STAN tahun sebelumnya. Ini sangat penting sebab tanpa latihan dijamin saat tes sesungguhnya akan kaget dengan soal yang diujikan. Berlatih itu perlu untuk membangun feel seperti saat tes sungguhan , serta untuk mempersiapkan mental supaya bisa lancar mengerjakan soal.

Langkah mudah agar fokus belajar dan lolos USM STAN

Pertama yang harus disiapkan adalah bekal. Bekal disini bukan bekal makanan yang harus dibawa, melainkan adalah bekal belajar yang harus sudah digenggam. Bukankah untuk bertarung butuh peralatan perang yang lengkap agar bisa menang melawan musuh. Teman-teman sesama pendaftar USM STAN anggap saja sebagai musuh, tapi bukan untuk dijauhi melainkan musuh saat ujian berlangsung.

Yang harus disiapkan sebelum pelaksanaan tes berlangsung yaitu harus daftar dulu untuk bisa mengikuti tesnya. Mulai tahun 2016 hanya boleh mendaftar disatu PTK. Waktu itu pendaftarannya diintegrasikan dengan Kemenpan-RB, jadi mendaftarkan diri dulu di kemenpan-RB dan pilih satu PTK yang dituju, kemudian baru log in di website PTK yang bersangkutan.

Kemenangan milik mereka yang siap

Kata-kata tersebut nampaknya sangat tepat dijadikan pembelajaran. Mereka yang menang adalah mereka yang memang sudah siap untuk menang. Mereka mempersiapkan segalanya dengan cermat dan tepat. Kemenangan milik mereka yang sudah belajar dari jauh-jauh hari. Mereke mempersiapkan materi yang harus dikuasai bukan saat sudah mendekati hari-H namun saat masih sangat lama. Ini mereka lakukan karena mereka betul-betul sadar bahwa ini bukanlah tes biasa. Bahwa perjuangan untuk bisa menembus STAN itu sulitnya luar biasa. Kalau hanya malas dan bersantai ria bagaimana mau lulus nantinya.

Terkadang saat bisa berhasil menembus STAN punya rasa senang tersendiri, namun saat harus merasakan pahit getirnya gagal masuk ke STAN hati rasanya seperti terkoyak. Sakit sekali saat gagal rasanya. Perjuangan untuk bisa menembus STAN ini juga dialami oleh seseorang yang tak diketahui namanya. Ia berbagi cerita lewat grup Whatsapp.


Simak kisahnya berikut :
Dari : Pejuang SKD STAN 2017
Untuk : Semua pejuang PTN/PTK
Pesan : Hari ini aku, ikut SKD STAN, aku sudah lolos dua tahap di STAN, tinggal butuh setahap lagi agar lolos. Sebenarnya, lolos tahap 1 STAN itu bagi aku adalah keanehan, karena aku pribadi tidak belajar serius untuk tahap 1 STAN, berawal disuruh mama aku (dia single parent), aku coba ikut STAN. Di H-1 tahap 1 USM STAN, aku benar-benar hanya bolak-balik buku STAN hasil pemberian orang, dan besoknya aku pergi ke tempat test.

Singkat cerita, pas tanggal pengumuman STAN (yang waktu itu diumumkan malam sekali) aku tidak lihat malem itu, tapi aku lihat setelah shalat subuh, dan Alhamdulillah aku lolos, dan ya aku tidak menyangka. Pagi itu juga aku sudah mulai latihan lari selama 10 hari, pagi-sore aku rutin. Nah di fase latihan aku tahap 2 ini, lagi-lagi aku hanya sebatas lari 12 menit saja tiap pagi dan sore, dan aku sebenarnya agak minder karena tubuh aku kecil dan bisa dibilang kurus. Jadi aku tidak terlalu berharap untuk lolos tahap ini.

Bahkan aku berdoa biar aku tidak usah lolos tahap 2 kalau misalkan tahap 3 tidak lolos. Tapi, Alhamdulillah aku lolos. Disini aku mulai serius dan berjuang, aku mulai belajar banyak hal tentang UU yang sebenernya tidak begitu aku suka, tapi demi STAN, aku coba buat belajar menghafal UU yang penting.


Singkat cerita, tiba dimana hari aku SKD. Aku disini benar-benar berusaha yakin, dan membangun mental yang kuat, tapi pada kenyataanya aku gagal di SKD. Karena satu hal kecil tapi sangat berpengaruh, jadi di SKD itu ada 3 Bagian ujian, ada TWK, TIU, dan TKP. Masing-masing bagian itu punya nilai ambang batas yang harus dicapai, dan aku gagal mencapai nilai di TWK, nilai ambang batas TWK itu 70 dan aku mendapat nilai 65, btw di tes SKD ini di bagian TWK, satu soal benar dapat nilai 5, kalau salah 0. Itu artinya aku cuman butuh satu soal lagi biar aku lolos SKD. Nilai total SKD aku 350-an dan nilai maksimum SKD itu 500. 350 itu itungannya sudah lumayan, walau belum besar banget, tapi sudah rata-rata.

Lantas aku langsung sedih sekali, karena kalau nilai TWK ku 70, aku pasti lolos SKD (walau belum tentu lolos STAN tahap 3), akhirnya aku langsung pulanh dari STAN Bintaro ke rumah. Aku nangis senangis-nangisnya , bahkan aku tidak pernah nangis separah ini, bisa dibilang aku jarang nangis, bahkan pas ayahku meninggal, aku nangis cuma sekitar 5 menit dan setelahnya tidak nangis-nangis lagi, tapi karena STAN, aku nangis sampai nulis ini.

Aku merasa, ini itu tidak adil. Kenapa ketika aku berjuang, Allah Subhanahu Wa Ta'ala malah tidak memberi apa yang aku harapkan. Sampai pas akhirnya aku milih untuk wudhu dan baca Qu'ran, disitu kebetulan aku baca surah Al Baqarah ayat 216 (silahkan cek sendiri). Disitu aku sadar, Allah tau yang terbaik buat aku. Selama ini aku sering sekali dengar gambar potongan surah seperti ini, tapi cuma aku baca tanpa dihayati, disini aku benar-benar nangis.
Aku memang belum diterima di PTN manapun, tapi disini aku belajar, bahwa aku harus berjuang, dan tidak semua hasil perjuangan itu bakalan sesuai apa yang kita inginkan, aku pernah baca quotes, "Kita (manusia) merancang dengan cita-cita, tapi Allah merancang dengan cinta."


Buat seluruh teman saya yang masih berjuang buat dapetin PTN/PTK, selalu ingat Tuhan, dan apabila tidak sesuai harapan, jangan menjauh dari Allah dan menyalahkan Allah. Karena Dia tahu yang terbaik. Mungkin memang belum ada pelajaran penting yang bisa diambil dari cerita ku, tapi aku cuma mau beri tahu, kalaupun jatuh, jangan nyalahin Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Intinya dari penggalan kisah diatas yaitu "Mungkin kita tahu apa yang kita inginkan, tapi Allah lebih tahu apa yang kita butuhkan".

Belajar dari kisah tersebut mengantarkan pada sebuah pembelajaran. Ibarat mengayuh sepeda kehidupan, bahwa kalau sepeda harus terus berjalan untuk tidak terjatuh dan roboh. Ketika sedang menaiki tanjakan, itu seperti sedang menjalani cobaan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk menaikan derajatnya. Karena kita bukanlah hamba yang beriman jika belum pernah mendapat cobaan.

Kita ibarat sepeda, pemilik sepeda tidak mungkin menjalankan sepedanya pada jalan yang berduri, itu tidak mungkin. Nah Allah itu tidak akan menguji hamba-Nya diluar batas kemampuan yang dimiliki. Jadi bersabarlah jika gagal karena ini ujian.

Pesan terakhir agar bisa lolos dan masuk STAN adalah berikan kekuatan terbaikmu. Give You're best, karena usaha tidak akan mengkhianati hasil. Selamat berjuang para STANNERS, sampai bertemu di kampus Stan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel